Senin, 15 Oktober 2012

Tentang Batik

Batik merupakan warisan budaya Nusantara yang sangat indah akan motif dan warna. Kerajinan ini  mempunyai nilai seni yang sangat tinggi...
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Pada mulanya batik digunakan untuk pakaian dengan desain yang sangat sederhana seperti pada baju biasa, dan digunakan hanya oleh beberapa kalangan. Tapi sekarang batik sudah dirancang dengan desain dan beragam dan telah banyak digunakan oleh masyarakat biasa di nusantara bahkan sekarang batik sudah menjadi bahan import.

Yang membanggakan lagi, sekarang batik nusantara sudah di akui UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.